Indonesian Traditional Fabrics (Part I)


Indonesia itu adalah negara yang punya banyak banget keindahan, mulai dari budaya-budayanya, tempat pariwisatanya, bahkan sampai hasil karya yang diciptakan oleh anak bangsa; misalnya kain tradisional. Pastinya kalian semua sudah cukup paham dengan keberadaan Batik, yang memang sudah terkenal sampai ke mancanegara. Tapi kalian juga harus tahu kalau masih banyak banget lho kain tradisional yang dimiliki Indonesia yang cantiknya nggak kalah dari kain Batik. Yuk, kita pelajari lebih dalam ada kain apa saja sih di Indonesia ini?

Ind Traditional Fabrics (part 1)

BATIK
Saya yakin kalian semua punya setidaknya satu jenis baju Batik di lemari kalian. Batik termasuk salah satu jenis kain yang paling terkenal di Indonesia (dan di dunia juga). Kita sering memakainya untuk acara yang formal seperti ke undangan pernikahan, dan sekarang banyak juga perkantoran yang mengharuskan para pekerjanya untuk memakai Batik paling tidak satu kali seminggu, biasanya hari Kamis atau Jumat.

Batik adalah satu dari banyak kain tradisional yang dibuat oleh masyarakat Indonesia, asalnya dari Jawa. Pembuatan batik dimulai dengan kain mori putih sebagai bahan dasar yang lalu akan digambar dengan suatu alat bernama canting yang diisi lilin untuk pewarna. Motif Batik nggak hanya cantik, tapi juga memiliki banyak simbol dan arti, sesuai dengan cerita dari daerah asal mereka dibuat.

 

ULOS
kain Ulos adalah kain tradisional Indonesia khas suku Batak. Kain ini adalah salah satu budaya dan tradisi mereka yang paling kental. Untuk orang Batak, kain Ulos memiliki simbol restu, kasih sayang, dan persatuan — dan mereka selalu memakainya untuk acara adat tradisional. Biasanya kain Ulos digunakan untuk selendang yang melengkapi kostum tradisional khas Batak. Dari cara pembuatannya, kain Ulos menggunakan benang tenun dan tidak menggunakan alat untuk membuatnya. Semua dibuat dengan tangan. Warna yang paling dominan untuk kain Ulos adalah merah, putih, dan hitam, yang didekorasi dengan¬†benang emas atau perak.

 

SONGKET
Songket adalah jenis kain brokat yang pusat kerajinan asalnya datang dari Palembang. Tetapi, karya songket yang paling terkenal malah asalnya datang dari Sumatera Barat, karena di sini Songket dibuat dengan benang emas. Kain Songket yang asalnya dari kapas dan sutra, dibuat dengan cara tenun manual dan sangat terpola. Benang emas dan perak yang ada di kain Songket membuat efek berkilauan yang sangat cantik. Jadi nggak heran kalau banyak turis yang datang ke Sumatera pasti ingin membeli kain Songket. Harganya juga cukup mahal lho!

 

TENUN IKAT
Kain Tenun Ikat adalah kain yang dibuat dengan teknik tenun menggunakan benang yang sebelumnya sudah dicelupkan ke dalam pewarna alami. Sebelum menenun, benang akan diatur terlebih dahulu bentuknya, agar nantinya pola yang dihasilkan gampang disesuaikan berdasarkan keinginan. Proses tenun ini juga masih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin. Daerah Indonesia yang terkenal dengan kain Tenun Ikat mereka adalah Sintang, Toraja, Bali, Lombok, Sumbawa, Jepara, dan Flores.

 

TAPIS
Nah ini dia kain yang cukup jarang dipakai secara modern (untuk dress atau kemeja). Kenapa? Karena kain khas Lampung ini dibuat menggunakan alat yang masih sangan tradisional, dan pembuatannya pun susah sekali. Biasanya kain Tapis memiliki motif piramid, zig zag, atau flora dan fauna. Tidak seperti kain Batik yang harganya masih di batas wajar, selembar kain Tapis bisa berharga paling murah satu juta rupiah.

Sekarang kalian tahu kan kalau kain-kain khas Indonesia itu valuable banget! Dibalik motif yang ada di kain itu, mereka memiliki arti dan simbol masing-masing. Maka dari itu, kita sebagai warga Indonesia harusnya lebih sering menggunakan kain hasil karya anak bangsa.

 

Untuk artikel Indonesian Traditional Fabrics part II, klik di sini.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

clear formSubmit